KUTAI TIMUR, Okewal.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur mengajak masyarakat untuk bersikap jujur dalam memberikan informasi selama pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026.
Fungsional Statistik Ahli Pertama BPS Kutim, Ayufi Kusuma Wardani, menekankan pentingnya keakuratan data demi perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Namun, menurutnya, masih kerap ditemui ketidakjujuran dari responden, khususnya terkait penghasilan dan kondisi usaha. Hal ini umumnya disebabkan kekhawatiran bahwa data akan digunakan untuk kepentingan pajak atau bantuan sosial.
“Data yang dikumpulkan murni untuk keperluan statistik dan tidak akan digunakan untuk hal lain. Ini semata-mata demi mendukung pembangunan yang lebih baik,” ujar Ayufi, Rabu (29/7).
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas sensus akan dilengkapi dengan atribut resmi, seperti tanda pengenal dan surat tugas, serta akan mendatangi langsung para pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil hingga pengusaha besar.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, BPS Kutim juga akan melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat desa dalam kegiatan sosialisasi. Selain itu, proses pendataan akan memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan.
“Jika data tidak akurat, program pemerintah bisa salah sasaran. Karena itu, kami sangat berharap kerja sama dan keterbukaan dari masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk transparansi, BPS Kutim juga membuka saluran pengaduan jika masyarakat menemui kejanggalan atau merasa tidak nyaman selama proses pendataan berlangsung. (Wal)


