KUTAI TIMUR, Okewal.com – Keterbatasan daya tampung jenjang pendidikan menengah atas di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi sorotan serius. Kepadatan penduduk yang terus meningkat tak sebanding dengan ketersediaan fasilitas pendidikan, menyebabkan ratusan lulusan SMP tak tertampung di sekolah negeri.

‎Data tahun ini mencatat, total lulusan SMP dari dua kecamatan tersebut mencapai 2.134 siswa. Namun, kapasitas sekolah menengah atas (SMA/SMK) negeri yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 1.500 siswa. Akibatnya, sekitar 600 siswa berpotensi tidak memperoleh bangku di sekolah negeri.

‎Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD Perubahan 2025 untuk pembelian lahan pembangunan sekolah baru.

‎“Dalam APBD perubahan ini, kita sudah anggarkan pembelian lahan untuk lokasi sekolah SMA di Sangatta Utara. Rencananya, pembangunan fisik akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi,” ungkap Jimmi, Selasa (29/7).

‎Untuk Kecamatan Sangatta Selatan, Jimmi menjelaskan bahwa lahan untuk pembangunan SMA baru sudah tersedia dan dinyatakan bebas masalah. Namun, pembangunan fisiknya baru akan dimulai pada tahun mendatang.

‎Selain itu, Jimmi menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, termasuk bagi siswa yang bersekolah di lembaga swasta. Ia berharap program pendidikan gratis yang digagas pemerintah daerah dapat menjangkau sekolah swasta secara menyeluruh.

‎“Mudah-mudahan sekolah-sekolah swasta juga dapat dijangkau oleh program pendidikan gratis secara menyeluruh, sehingga anak-anak yang bersekolah di lembaga swasta pun dapat merasakan manfaat yang sama seperti para siswa di sekolah negeri,” tutupnya.

‎Langkah DPRD Kutim ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan klasik ketimpangan daya tampung sekolah dan mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kutai Timur.(*)