KUTAI TIMUR, Okewal.com – Peran pembinaan dari pejabat senior menjadi kunci keberhasilan aparatur sipil negara (ASN) dalam mengembangkan inovasi. Hal itu ditunjukkan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Zubair, saat mendampingi dua ASN Kutim dalam seminar proposal Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) Tingkat III yang digelar di Samarinda, pada dua pekan lalu.
Zubair hadir langsung sebagai mentor dalam forum tersebut, memberikan dukungan penuh kepada dua peserta dari Kutim, yakni Rian dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta Sugiyo yang fokus pada isu pengelolaan sampah. Ia menilai keduanya mampu menampilkan gagasan yang solutif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Saya melihat langsung bagaimana keduanya menyampaikan inovasi dengan sangat baik. Gagasannya konkret, aplikatif, dan sangat relevan,” kata Zubair saat dikonfirmasi, Jumat (1/8).
Rian mengusung sistem integrasi pengadaan barang dan jasa berbasis digital yang dapat menggabungkan tiga sistem berbeda ke dalam satu platform efisien. Sementara Sugiyo menawarkan pendekatan menyeluruh dalam pengelolaan sampah, mulai dari sumber hingga pemrosesan akhir.
“Pak Rian menawarkan sistem aplikasi pengadaan yang sudah diakui secara nasional. Sementara Pak Sugiyo mendapat apresiasi karena gagasannya praktis dan penyampaiannya jelas,” jelas Zubair.
Menurutnya, kegiatan seminar ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi gagasan, tetapi juga sarana strategis penguatan kapasitas ASN sebagai bagian dari Diklat Kepemimpinan Nasional (PKN).
“Ini penting untuk pengembangan SDM ASN dan menjadi syarat mutlak promosi ke eselon III,” tegasnya.
Zubair menekankan pentingnya dukungan dari atasan langsung terhadap para peserta Diklat agar inovasi yang lahir tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi bisa diimplementasikan demi kemajuan daerah.(Wal)


