KUTAI TIMUR, Okewal.com – Polemik terkait keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Prima Sangatta Eco Waste kembali mencuat. Fasilitas pengelolaan sampah yang dibangun dengan dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) itu diduga menimbulkan pencemaran akibat aktivitas pembakaran sampah menggunakan insinerator.

‎Sejumlah warga melayangkan protes lantaran asap dan debu hasil pembakaran diduga menyebar ke lingkungan sekitar. Tak hanya itu, muncul pula keluhan soal serbuan lalat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.

‎Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengaku telah menerima laporan mengenai keresahan warga. Namun ia menegaskan pemerintah daerah masih perlu melakukan pengecekan langsung di lapangan sebelum mengambil kesimpulan.

‎“Ya itulah, saya belum tahu. Saya juga sudah dengar itu. Cuman itu kan proyek masa lalu ya. Saya perlu kehati-hatian, tidak bisa berspekulasi mengatakan benar atau salah karena belum meninjau langsung,” ujar Mahyunadi, Senin (15/9).

‎Mahyunadi menegaskan pemerintah daerah akan tetap memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran negara tidak boleh terbengkalai begitu saja.

‎“Bagi saya, apapun itu, karena aset harus dimaksimalkan. Kalau memang tidak layak lagi untuk TPST, mungkin bisa difungsikan untuk hal lain,” tegasnya.

‎Sebelumnya, Forum Pemerhati Masyarakat Pesisir (Popsir) juga sempat melaporkan dugaan masalah operasional insinerator TPST ke Kementerian terkait. Namun laporan itu hingga kini belum mendapat tindak lanjut yang berarti.

‎Mahyunadi menambahkan, dari informasi sementara, kawasan TPST Pasar Induk ternyata masuk dalam zona peruntukan pemukiman dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membedakan fungsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

‎“TPST itu bukan menimbun, tapi mengolah. Jadi tidak harus jauh dari pemukiman. Tapi kalau operasional tidak sesuai standar, pasti menimbulkan masalah,” ungkapnya.

‎Ia memastikan akan meninjau langsung kondisi TPST tersebut pekan depan. Sementara itu, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa akan segera dibangun TPST baru di Kutai Timur, dengan seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh PT KPC.(Wal-1)