KUTAI TIMUR, Okewal.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pada Minggu (3/8) sore. Dua titik kebakaran yang terjadi hampir bersamaan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 10 hektare.
Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di RT 15 sekitar pukul 15.00 WITA. Informasi awal diterima dari warga sekitar, dan tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WITA.
Namun tak berselang lama, titik api kembali muncul di RT 03, yang masih berada dalam kawasan Desa Sepaso Barat. Diduga api berasal dari sisa kebakaran sebelumnya yang kemudian merambat ke lahan lain. Proses pemadaman di lokasi kedua berlangsung hingga pukul 22.00 WITA.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim, mengatakan kebakaran di dua lokasi tersebut terjadi hampir bersamaan. Hingga kini, status kepemilikan lahan yang terbakar masih dalam pendataan.
“Di dua tempat dan waktunya hampir bersamaan. Belum bisa dipastikan apakah itu lahan kosong atau sudah digarap. Tapi tadi malam saya sempat komunikasi dengan camat, dan informasinya itu lahan gambut,” jelas Naim saat dikonfirmasi, Senin (4/8).
Naim menambahkan bahwa titik kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung bagi rumah penduduk.
“Alhamdulillah, lokasi kebakaran agak jauh dari permukiman masyarakat. Sejauh pengamatan kami, lahan yang terbakar merupakan lahan kosong,” tambahnya.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kutim, Damkar, TNI, Polsek Bengalon, Satpol PP, relawan Karhutla Bengalon, serta warga setempat. Peralatan yang digunakan antara lain satu unit alkon apung, tiga selang, dua pompa gendong, ember, dan berbagai alat bantu manual lainnya.
Mengenai kondisi cuaca, Naim menyebut saat ini wilayah Kutim sedang memasuki musim kemarau, yang memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan.
“Kalau merujuk pada informasi dari BMKG, kita memang sedang masuk musim kemarau. Tapi kita berharap prediksi itu bisa meleset, semoga masih ada hujan turun,” katanya.
BPBD mencatat tidak semua wilayah di Kabupaten Kutim mengalami kekeringan parah. Beberapa kecamatan bahkan sudah mulai diguyur hujan meskipun belum signifikan.
“Ada beberapa wilayah yang sudah turun hujan, meskipun intensitasnya belum sesuai harapan. Berdasarkan info dari BMKG, pada 4 hingga 6 Agustus 2025 nanti, ada potensi hujan lebat di wilayah Karangan, Muara Bengkal, dan Batu Ampar,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif, BPBD Kutim telah menerbitkan surat edaran sejak 29 Juli 2025 kepada seluruh kecamatan. Surat tersebut berisi imbauan agar masyarakat dan pelaku usaha pertanian tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami imbau masyarakat maupun pelaku usaha pertanian, terutama yang memiliki lahan garapan, agar tidak membuka lahan dengan pembakaran. Bila ingin membuka lahan untuk keperluan pertanian, sebaiknya dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan kecamatan agar bisa diawasi dan didampingi,” tegas Naim.(*)


