‎KUTAI TIMUR, Okewal.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan keprihatinannya atas tingginya jumlah anak yang tidak bersekolah. Berdasarkan data resmi dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat sebanyak 12.802 anak di Kutim tidak mendapatkan pendidikan formal. Rinciannya: 9.463 anak belum pernah bersekolah, 1.451 anak telah lulus namun tidak melanjutkan, dan 1.888 anak putus sekolah (drop out), Selasa (9/10)

‎Melihat kondisi tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia menyebut, Pemkab Kutim telah menggratiskan seluruh biaya pendidikan, mulai dari biaya sekolah, buku, seragam, hingga sepatu.

‎“Sekolah di Kutim ini sudah gratis. Tidak bayar, buku gratis, seragam gratis, sepatu juga gratis. Jadi kalau masih ada anak yang tidak sekolah, itu artinya ada pembiaran dari orang tua. Kami akan ambil langkah tegas,” kata Ardiansyah.

‎Ia menambahkan, pendidikan merupakan hak anak sekaligus kewajiban orang tua. Karena itu, Pemkab Kutim tidak segan memberikan sanksi kepada orang tua yang lalai menyekolahkan anaknya. Bentuk sanksi yang disiapkan mulai dari teguran tertulis, pendampingan sosial, hingga tindakan administratif sesuai regulasi perlindungan anak.

‎Meski demikian, Ardiansyah mengaku heran dengan data dari pusat. Ia menilai, banyak sekolah di Kutim sudah menjalankan kebijakan pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi. “Kami akan segera melakukan verifikasi ulang bersama Dinas Pendidikan di setiap kecamatan, supaya datanya valid dan bisa segera ditangani,” tegasnya.

‎Langkah verifikasi lapangan ini dilakukan dengan melibatkan camat, kepala desa, dan RT untuk memastikan setiap anak terdata dengan benar. Selain itu, pemerintah juga menargetkan perbaikan fasilitas pendidikan, terutama di wilayah pedalaman yang masih kekurangan infrastruktur.

‎Dengan langkah ini, Pemkab Kutim berharap angka anak putus sekolah bisa ditekan secara signifikan. “Pendidikan adalah pondasi masa depan. Kutai Timur tidak boleh kehilangan generasi hanya karena kelalaian orang tua,” pungkas Bupati Ardiansyah.(Wal-1)