SANGATTA, Okewal.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Seruan Aksi Masyarakat Kutai Timur (Kutim) Menggugat memadati halaman Kantor Bupati Kutim, Selasa (28/10/). Di tengah panas terik sore hari, suara lantang Arsil, koordinator aksi, menggema di lobi kantor bupati. Ia menyuarakan kekecewaan masyarakat terhadap janji-janji pemerintah daerah yang dinilai belum terealisasi.
Menurut Arsil, aksi tersebut merupakan bentuk keresahan warga atas lemahnya kinerja sejumlah perangkat daerah. Ia menegaskan, masyarakat sudah terlalu lama menunggu realisasi janji yang pernah diucapkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke kecamatan maupun desa.
“Penuntutan kami sederhana saja. Apa yang sudah menjadi janji Bupati, setiap beliau berkunjung ke kecamatan dan desa, tolong itu segera direalisasikan. Masyarakat sudah menunggu cukup lama,” ujarnya tegas saat berorasi.

Tak hanya itu, Arsil juga menyoroti buruknya tata kelola pemerintahan di beberapa instansi daerah yang dianggap tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat. Ia menuding sejumlah perangkat daerah seperti Sekretariat Daerah, BPKAD, Bappeda, Bapenda, dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bekerja tanpa arah yang jelas.
“Tidak masuk akal program-programnya. Yang masyarakat minta justru tidak diterbitkan, sementara program yang tidak diminta malah banyak muncul,” katanya dengan nada kesal.
Ia menegaskan, tuntutan yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi agar pemerintah kembali berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami hanya ingin pemerintah serius memperbaiki manajemen kerja. Kalau Bupati tidak mengaudit dan mengevaluasi perangkatnya, kami akan boikot Musrenbang di 18 kecamatan,” ancamnya.
Meski aksi berlangsung damai, nada tegas Arsil mencerminkan kekecewaan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa Masyarakat Kutim Menggugat akan terus memantau tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“Kami akan lihat sejauh mana komitmen Bupati dalam menindaklanjuti aspirasi ini. Kalau tidak ada perubahan nyata, kami siap turun lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.
Aksi tersebut kemudian diakhiri dengan penyampaian aspirasi langsung kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang berjanji akan menampung dan menindaklanjuti seluruh masukan masyarakat.(Wal-1)


