Kutai Timur, Okewal.com – Sebanyak 13 tim pelajar siap unjuk kemampuan dalam Viking Borneo Sangatta Mini Soccer League 2025.

‎Kompetisi yang berlangsung pada 28–29 November ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang pembinaan untuk mencetak atlet muda profesional.

Panitia bahkan menyiapkan langkah besar dengan merencanakan pembentukan Komisi Mini Soccer Indonesia (KSMI) sebagai wadah pembinaan berkelanjutan di Kutai Timur.

Foto: Pandi widiarto, Anggota DPRD Kutim dan juga pembina Viking Borneo.(Dok/Teo) 

‎Pembina Viking Borneo, Pandi Widiarto. Ia menilai turnamen ini menjadi ruang penting bagi generasi muda meniti karier di dunia olahraga.

“Adik-adik sekalian adalah representasi masa depan Kutai Timur. Mimpi menjadi atlet profesional itu sangat mungkin. Tinggal effort kalian dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Pandi, Jumat malam (28/11/2025).

Pandi juga menyampaikan perkembangan olahraga di Kutim yang kini memiliki klub profesional Persegi Kutai Timur. Ia berharap turnamen pelajar seperti ini mampu melahirkan talenta lokal yang bisa masuk skuad utama klub tersebut.

Komitmen pembinaan diperkuat dengan rencana pembentukan KSMI. Menurut Pandi, wadah ini akan mengatur sistem kompetisi dan menciptakan pembinaan yang lebih terarah.

‎“Tahun depan kalau perlu kita buat sistem liga. Semakin banyak ruang bagi kalian untuk berkembang,” tambahnya.

Dukungan pemerintah datang dari Kadispora Kutai Timur, Basuki Isnawan. Ia mengapresiasi panitia dan peserta serta menegaskan komitmen pemerintah menjadikan olahraga sebagai ruang positif bagi generasi muda.

‎Basuki juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai sportivitas di lapangan.

Kadispora Kutai Timur, Basuki Isnawan.(Dok/Teo)

“Kita punya stadion hebat, kawasan olahraga lengkap, dan jagalah sportivitas. Kalau ribut, tahun depan kita tidak bikin lagi,” tegas Basuki.

Ia membuka peluang agar turnamen ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak komunitas suporter agar ekosistem olahraga di Kutim semakin kuat.(Wal-1)