Okewal.com, KUTIM – Persaingan menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kian mengerucut.
Tiga nama resmi masuk bursa calon, dengan Angga Redi Niata tampil membawa gagasan perubahan peran Kadin agar lebih berpihak pada pengusaha lokal.
Usai mengembalikan formulir pendaftaran untuk periode 2026–2031, Angga langsung menegaskan arah visinya. Ia menilai Kadin Kutim selama ini belum optimal dalam memastikan keterlibatan pengusaha lokal di tengah derasnya arus investasi.
“Kadin harus berani mengambil posisi strategis. Tidak cukup hanya menjadi organisasi formal, tapi harus benar-benar memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal,” ujarnya, Rabu (29/4).
Ia menyoroti masih banyaknya pelaku usaha daerah yang belum mendapatkan akses setara dalam proyek-proyek besar. Menurutnya, kondisi ini menjadi titik krusial yang harus dibenahi oleh kepemimpinan Kadin ke depan.
“Kita tidak ingin pengusaha lokal hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku utama di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Dalam kontestasi ini, Angga juga membawa isu penguatan daya saing pelaku usaha lokal sebagai agenda utama. Ia menilai peningkatan kapasitas SDM, manajemen usaha, serta akses jaringan bisnis menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.
Di sisi lain, ia tetap membuka ruang kolaborasi dengan pengusaha luar daerah. Namun, ia menekankan bahwa kerja sama tersebut harus memberikan dampak nyata bagi pengusaha lokal, bukan sekadar formalitas.
“Kolaborasi penting, tapi harus berimbang. Harus ada transfer pengetahuan dan pengalaman,” katanya.
Tak hanya bicara eksternal, Angga juga menyoroti kondisi internal Kadin Kutim yang dinilai perlu pembenahan. Ia menilai organisasi harus dikelola lebih profesional agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Kadin harus punya sistem yang kuat dan sekretariat yang representatif. Kalau organisasinya kuat, perannya juga akan maksimal,” ungkapnya.
Dalam visinya, Angga mengusung semangat “Maju Bersama, Sejahtera Bersama” sebagai dasar membangun sinergi antara pengusaha lokal, pemerintah, dan investor.
Sementara itu, dua kandidat lain yang turut meramaikan bursa Ketua Kadin Kutim adalah Ahlang Edi dan Sesthy S Bumbungan. Ketiganya akan bersaing dalam tahapan Musyawarah Kabupaten (Mukab) V yang diprediksi berlangsung dinamis.
Dengan latar belakang dan gagasan yang berbeda, kontestasi ini dinilai akan menentukan arah baru Kadin Kutim, apakah tetap berjalan seperti biasa atau bertransformasi menjadi organisasi yang lebih progresif.
Angga pun berharap proses pemilihan berjalan transparan dan demokratis, serta melahirkan kepemimpinan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan pengusaha lokal.
“Siapapun yang terpilih, yang terpenting Kadin harus memberi manfaat nyata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(Fanry)


