Okewal.com, KUTIM – Mandeknya pembangunan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri di Kutai Timur menjadi sorotan serius Bupati, Ardiansyah Sulaiman. Proyek yang telah dirancang sejak 2022 itu hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Padahal, pembangunan BLKI ditargetkan rampung pada 2024 atau paling lambat 2025. Namun, kondisi di lapangan masih berada pada tahap awal struktur bangunan, jauh dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ardiansyah mengaku belum menerima laporan terbaru terkait perkembangan proyek tersebut. Ia pun mendesak pihak terkait untuk segera menyampaikan progres secara resmi sebagai bentuk transparansi sekaligus bahan evaluasi.
“Saya minta ini segera dilaporkan. Sampai sekarang belum ada laporan terbaru yang saya terima,” tegas Ardiansyah, Senin (27/4).
Menurutnya, BLKI merupakan program strategis daerah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri.
Karena itu, keterlambatan pembangunan dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Ia menduga perlambatan proyek berkaitan dengan keterbatasan anggaran daerah. Meski demikian, pemerintah memastikan pembangunan BLKI tetap menjadi prioritas dan akan dilanjutkan hingga tuntas.
“Jangan sampai program yang sudah dirancang dengan baik justru terhambat tanpa kejelasan. Ini harus segera dibenahi bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menekankan pentingnya keberadaan BLKI dalam menghadapi dinamika kebijakan sektor pertambangan yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah.
BLKI diharapkan mampu menjadi pusat pelatihan yang menghasilkan tenaga kerja terampil sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.
Di tengah keterbatasan fasilitas, ia tetap mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang masih berjalan setiap tahun. Namun, ke depan kualitas dan intensitas pelatihan diminta terus ditingkatkan seiring penyelesaian pembangunan.
Dengan percepatan yang diminta, pemerintah berharap BLKI Kutai Timur dapat segera beroperasi optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.(Ron)


