Okewal.com, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat merespons kebakaran besar yang melanda permukiman warga di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar.
Upaya percepatan penataan ulang kawasan hunian pun langsung didorong sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat peristiwa kebakaran di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa terus berulang dengan dampak kerugian yang semakin besar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi permukiman yang ada saat ini sudah tidak lagi layak dipertahankan tanpa adanya pembenahan menyeluruh. Ia menilai, situasi tersebut telah masuk kategori darurat yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
“Kejadian seperti ini sudah berulang dengan jumlah yang terbakar cukup besar. Memang itu sudah dalam kondisi luar biasa,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, penataan kawasan nantinya akan difokuskan pada pembenahan tata ruang permukiman. Hal ini mencakup pengaturan jarak antarbangunan hingga penyediaan akses jalan yang memadai untuk mendukung mobilitas warga dan mempermudah penanganan saat terjadi keadaan darurat.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan yang terlalu padat serta minimnya akses jalan menjadi faktor utama yang memperparah dampak kebakaran. Selain itu, kondisi tersebut juga menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman api saat kejadian berlangsung.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah menginstruksikan camat setempat untuk segera mengajukan permohonan kajian teknis kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama instansi terkait.
Kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merancang konsep penataan kawasan yang lebih aman, tertib, serta memenuhi standar mitigasi bencana. Pemerintah ingin memastikan bahwa penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan.
“Semoga dalam waktu dekat kita sudah punya perencanaan yang jelas, sehingga penanganan tidak hanya sementara, tapi juga jangka panjang,” jelasnya.
Selain mengandalkan sumber daya daerah, Pemkab Kutim juga membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk program pembangunan maupun bantuan anggaran untuk merealisasikan penataan kawasan tersebut.
Ardiansyah menargetkan dalam waktu satu pekan ke depan, rencana awal penataan sudah dapat dirampungkan dan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Upaya percepatan ini diharapkan mampu mengembalikan kondisi permukiman warga sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih tertata, aman, dan layak huni.
“Penataan ini penting agar masyarakat bisa tinggal lebih aman dan risiko kebakaran bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Kutim optimistis kawasan Batu Ampar dapat bertransformasi menjadi lingkungan permukiman yang lebih terstruktur serta memiliki sistem mitigasi bencana yang lebih baik di masa mendatang.(wal-3)


