Okewal.com, KUTIM – Upaya mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Kutai Timur terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Kali ini, Polres Kutai Timur menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutim serta PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam pengelolaan lahan produktif untuk pengembangan pertanian modern.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional di sektor ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan milik perusahaan yang selama ini belum dimaksimalkan.

Dalam skema kerja sama ini, area pertanian dibagi ke dalam beberapa zona pengelolaan. Masing-masing pihak memiliki peran berbeda, namun tetap saling terintegrasi guna memastikan pemanfaatan lahan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Waka Polres Kutim, Kompol Ahmad Abdullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan area khusus bagi STIPER sebagai lokasi pengembangan tanaman hortikultura.

“Untuk STIPER, kami siapkan satu plot tersendiri yang berada di sisi timur kawasan. Di sana akan dikembangkan tanaman seperti cabai, tomat, dan terong,” ujarnya saat rapat koordinasi, Kamis (2/4).

Ia menuturkan, Polres Kutim tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga mendukung penyediaan bibit. Sementara pengelolaan dilakukan bersama melalui pola kemitraan dengan melibatkan akademisi dan kelompok tani.

“Kami ingin ada sinergi antara akademisi dan kelompok tani, sehingga pengelolaan lahan ini benar-benar produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kabag SDM Polres Kutim, AKP Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa total lahan yang disiapkan mencapai 19,8 hektare yang berada di kawasan Pit J milik KPC. Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan komoditas jagung pipil.

“Total lahan yang sudah disiapkan mencapai 19,8 hektare di kawasan Pit J KPC. Ini siap digunakan untuk pengembangan jagung pipil,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekitar dua hektare lahan secara khusus diperuntukkan bagi STIPER sebagai sarana praktik lapangan sekaligus pengembangan sistem pertanian berbasis teknologi.

“Lahan ini nantinya tidak hanya untuk produksi, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa,” katanya.

Dari pihak akademisi, Wakil Rektor III STIPER Kutim, Imanuddin Matang Malik, menyatakan komitmen penuh untuk terlibat aktif dalam program tersebut.

“Kami siap berkolaborasi dan menurunkan tenaga pengajar serta mahasiswa agar terlibat langsung di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor pertanian modern.

Senada, Dosen STIPER, Dr. Zainuddin Saleh, menilai program ini sebagai langkah strategis dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik. Kami dari akademisi akan menyusun standar operasional dalam pengelolaan tanaman agar hasilnya optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi wadah penelitian sekaligus pemberdayaan petani lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di Kutai Timur.(*)