OKEWAL.COM, GUNUNG MAS – Festival Budaya Mihing Manasa dan Pesta Pasar Rakyat Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, di Stadion Mini Kuala Kurun, Senin (15/6).

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas tersebut tidak hanya menampilkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.

Pembukaan berlangsung meriah dan ditandai dengan penabuhan katambung oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong bersama Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P. Umbing, Sekretaris Daerah Richard, Ketua TP PKK Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya S. Monong, serta unsur Forkopimda di hadapan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Jaya Samaya Monong menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas tahun ini mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Gunung Mas Mandiri”.

Menurutnya, Festival Budaya Mihing Manasa dan Pesta Pasar Rakyat menjadi wadah penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini digelar bertujuan untuk melestarikan berbagai ragam dan jenis budaya sekaligus memperagakan seni dan keterampilan, sehingga dapat selalu memunculkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan seni dan keterampilan di kalangan masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Jaya.

Ia menegaskan bahwa budaya yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dijaga sebagai identitas masyarakat dan daerah di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

“Ini menjadi tantangan yang kita hadapi dalam upaya melestarikan budaya dan mewujudkan ketahanan sosial di tengah pengaruh budaya asing yang senantiasa mempengaruhi kehidupan masyarakat melalui arus komunikasi dan teknologi informasi sekarang ini,” ucapnya.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, festival tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat. Melalui pasar rakyat dan pameran, masyarakat diberikan kesempatan mempromosikan produk lokal serta memperluas jaringan usaha.

Ketua Panitia, Baryen, mengatakan Festival Budaya Mihing Manasa Tahun 2026 mempertandingkan 13 cabang lomba yang diikuti kontingen dari 12 kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas.

Tak hanya itu, kegiatan juga melibatkan 65 pelaku UMKM, 30 pedagang kaki lima (PKL), dan enam stan pameran dari berbagai instansi maupun lembaga.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi wadah promosi potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Gunung Mas,” kata Baryen.

Rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas juga diisi berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, seperti Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, screening dan pelayanan operasi katarak, Zumba Party, donor darah, Fun Run 5K, sunatan massal, pelayanan KB gratis, hingga kegiatan Gunung Mas Bermazmur.

Festival Budaya Mihing Manasa Tahun 2026 juga memiliki nilai historis tersendiri. Baryen mengungkapkan, tahun ini menjadi pelaksanaan terakhir perebutan trofi juara umum tetap sebelum adanya perubahan nama festival budaya pada tahun mendatang.

“Pada tahun 2026 ini, pelaksanaan Festival Budaya Mihing Manasa akan memperebutkan trofi juara umum tetap, karena tahun depan akan berganti pelaksanaan nama kegiatan festival budaya dan akan dilakukan peluncuran logo serta trofi baru,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan Festival Budaya Mihing Manasa dan Pesta Pasar Rakyat Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap pelestarian budaya daerah dapat terus terjaga, partisipasi masyarakat dalam pembangunan semakin meningkat, serta pertumbuhan ekonomi daerah terus bergerak menuju Gunung Mas yang mandiri dan sejahtera.(Fanry)